Hi
again
For
this time I wanna talk about insecurity, myself and many others.
Gua
sangat setuju kalo insecure merupakan hak seseorang, kita berhak untuk
merasakan insecure dan semua orang juga pasti pernah merasakan insecure dan
tentunya itu merupakan hal biasa. Tapi, ada titik dimana insecure membuat kita
merasa buruk, tidak pantas dibanding orang lain. And I think it’s a toxic.
Kenapa gua bisa bilang begitu, karena kadangkala rasa insecure bisa membuat
putus asa dan merasa tidak layak, bukan malah ada perubahan untuk diri kita.
And
I really miss myself when I was senior high school, gua sangat rindu sosok gua
yang dulu dimana gua nggak merasakan insecure, bodo amat dengan apa yang orang
lain bilang, dan tentunya gua sangat rindu dengan sosok gua yang selalu cheer
up mungkin wkwk and always work so hard to reach what I wanna reach. Dan
sekarang gua ngerasa semua itu hilang dari diri gua sendiri I don’t know why,
but I’ll try to get it back. For sure. Pernah suatu waktu gua chat temen smk
gua untuk menanyakan tentang bagaimana cara untuk bersikap bodo amat dan cara
untuk berkomitmen atas hal yang kita putuskan. Dan dia malah balik bilang “Lah,
bukannya kamu dulu yang selalu bilang jangan peduliin apa yang orang bilang dan
jadi diri sendiri” seketika bertanya ke diri sendiri apa iya pernah bilang kaya
gitu wkwk. I miss myself, I’m really miss when I was 15, 16, 17 until 19.
Let’s
talk about other topic, I wanna talk about my personality. But first, I wanna
ask to you who read my blog for this time. Hal apa yang kalian takutkan dalam
diri kalian? My answer is disappointed, ya kecewa. Maksud kecewa disini bukan kecewa terhadap suatu hal
tapi kecewa atas hal yang tidak bisa dapatkan atau hal yang tidak berjalan
sesuai yang kita inginkan atau tidak sesuai dengan ekspetasi. Kecewa merupakan
hal yang sangat sangat gua takutkan dalam diri gua sendiri entah kecewa karena
diri sendiri ataupun orang lain. It’s hard to be patience when we feel
disappointed.
Let’s
talk about hopeless, mari bicara tentang keputusasaan. And I’m sure many people
in this world or maybe all of them pernah merasakan putus asa. Dan gua juga,
sering kali gua ngerasa putus asa dan berpikir gak akan bisa berubah. Tapi itu
salah. Memang benar hal yang paling sulit yaitu mengubah mindset atau mengubah
pola pikir. Susah untuk menanamkan pemikiran yang selalu positif dan berpikir
bahwa kita bisa, kita layak. Rasa malas, insecure, hopeless berawal dari
mindset kita, dan gua juga sedang berusaha untuk mengubah pola pikir supaya
lebih sehat wkwk. But I realize that’s not easy as we think about.
And
last, overthinking. Dan ini merupakan salah satu hal yang selalu terngiang
ngiang. Menurut gua overthinking sedikit menggangu karena membuat kita
berpikiran akan suatu hal secara berlebihan tanpa kita ketahui hal itu bakal
terjadi atau nggak. Dan overthinking kadang membuat kita merasa gelisah untuk
memikirkan apa yang akan terjadi dimasa mendatang, merasa khawatir akan masa
depan, mau jadi apa, bisa atau nggak. Tapi hal yang sering gua lakukan ketika
overthinking yaitu dengan melihat keadaan sekarang bahwa semuanya gak terjadi
seburuk seperti yang kita pikirkan ketika overthinking. Sometimes, I always
blame myself, why am I like this? Why am I different not like the others? Why I
can’t and others can?. But now. That’s over. I don’t want and I’ll not to think
like that again.